Ticker

6/recent/ticker-posts

5 Kesalahan dalam Diet Intermittent Fasting

cnnindonesia.com
 
Intermittent fasting atau yang lebih dikenal dengan diet puasa menjadi salah satu tren kesehatan dan kebugaran terpopuler di dunia. Tak hanya untuk menurunkan berat badan, Intermittent fasting juga dianggap mampu meningkatkan kesehatan tubuh dan dianggap dapat memperpanjang umur.

Namun dalam praktiknya , masih banyak orang yang melakukan kesalahan dalam menjalankan diet intermittent fasting sehingga membuahkan hasil yang tidak maksimal. Berikut beberapa kesalahan diet intermittent fasting menurut ahli yang perlu diketahui.

1. Memilih pola diet yang salah

Ada lebih dari satu jenis diet intermittent. Periode puasa pada diet ini ada yang dilakukan dua kali dalam seminggu dan ada yang dilakukan secara bergantian. Selain itu, pemilihan durasi berpuasa dalam diet ini juga beragam.

Bila Anda adalah seorang pekerja atau pelajar, memiliki aktivitas bersama keluarga yang padat, punya jadwal berolahraga yang rutin, menetapkan pola diet 2 hari puasa dan 5 hari bebas makan agaknya tidak mudah untuk dilakukan.

Tak heran, banyak yang memilih untuk menerapkan pola diet 16 jam berpuasa dan 8 jam boleh makan setiap harinya.

2. Memilih jenis makanan yang salah

Banyak orang yang kalap setelah berpuasa selama 16 jam. Akibatnya, alih-alih mengonsumsi makanan sehat, mereka justru memilih makanan tinggi kalori untuk dikonsumsi.

Padahal, kebiasaan tersebut bisa membatalkan manfaat kesehatan yang diberikan diet intermittent fasting untuk tubuh.

3. Makan terlalu sedikit

Walaupun target Anda adalah menurunkan berat badan, Anda tidak boleh makan terlalu sedikit. Pilih makanan yang tepat, sehingga dapat mempertahankan rasa kenyang lebih lama. Terkadang beberapa orang merasa karena tengah berdiet, maka pada fase normal pun tidak berani makan sama sekali.

Rasa kelaparan yang timbul ini tidak baik. Hal ini karena dapat menyebabkan perubahan suasana hati yang mengakibatkan hiperfagia atau pola makan berlebihan di kala fase normal tiba.

4. Terburu-buru mencapai target

Tubuh perlu penyesuaian terhadap kebiasaan baru, termasuk kebiasaan makan. Apabila Anda terbiasa sarapan jam 8 pagi, maka jangan paksakan pada jam tersebut harus berpuasa. Tubuh memerlukan asupan gula untuk beraktivitas, sehingga kebiasaan sarapan sangat penting.

Sesuaikan dan latihlah tubuh untuk menjalankan kebiasaan baru secara bertahap. Misalnya, awali dengan puasa 12 jam, lalu bertahap hingga menjadi 16 jam. Tak perlu terburu-buru, naikkan durasinya secara bertahap selama setengah jam setiap harinya.

5. Kurang minum air putih

Di awal puasa, saat tubuh membakar glikogen, Anda sebenarnya akan melepaskan air ke dalam aliran darah. Namun, setelah simpanan glikogen habis, tubuh tidak akan memiliki simpanan karbohidrat dan air untuk digunakan kembali. Dengan demikian, hidrasi ekstra sangatlah penting dalam puasa intermiten.

Posting Komentar

0 Komentar